Selasa, 05 November 2013

Etika Bisnis

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Sedangkan, Bisnis dalam arti luas adalah suatu istilah umum yang menggambarkan suatu aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari (Amirullah, 2005:2). Semakin hari semakin banyak saja para pelaku bisnis yang mengabaikan tata cara beretika dalam berbisnis. Lalu, bagaimana rangkaian tindakan dalam berbisnis? Perlukah terdapat pemenuhan etika dalam berbisnis?. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pokok utamanya adalah mengetahui definisi dari etika bisnis itu sendiri, berikut akan dibahas mengenai etika bisnis.
Menurut Muslich (2004: 9) etika bisnis dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial, dan pengetrapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (Murti Sumarni, 1995:21).
Dapat disimpulkan, etika bisnis merupakan pengetahuan pedagang tentang tata cara pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi. Rangkaian indakan berbisnis dapat dikatakan baik apabila sudah sejalan dengan etika yang dijalani sehingga dirasa sangat perlu dalam menjalani kegiatan bisnis dengan mematuhi norma-norma atau etika, yang nantinya akan memberikan dampak yang positif bagi kelancaran bisnis tersebut.
Etika bisnis yang benar adalah keuntungan yang diperoleh dengan "menghidupkan" yang lainnya seperti program pemberdayaan usaha kecil yang ada di sekitarnya, penghijauan kembali lingkungan, dan cara-cara lainnya. Artinya etika homo homini lupus (menjadi hewan pembunuh) bagi yang lain harus berubah menjadi homo homini socius, karena yang lain adalah sama-sama mahluk Tuhan yang bermartabat.
Berikut akan disampaikan juga mengenai kasus yang beraitan dengan etika bisnis:
Kasus pencurian pulsa dilaporkan telah menyedot uang pelanggan seluler dalam jumlah besar. Semua kalangan masyarakat dirugikan, namun dampak terbesar dirasakan oleh pelanggan dari kalangan rakyat kecil. Kasus ini dinilai perlu dibongkar tuntas. Asosiasi CP (Content Provider) harus terbuka untuk mencari tahu para pelaku CP yang melakukan kecurangan. Menurut estimasi, kerugian penyedotan pulsa mencapai hampir 1 Triliun Rupiah. Karena itulah mengapa kasus ini dianggap sangat serius. Kasus SMS Premium yang berujung pada pencurian pulsa dipandang bisa menyeret banyak pelaku. Aksi yang dilakukan ini saling terkait sehingga situasinya seperti sebuah organized crime atau kriminalitas terorganisir. Tidak mungkin kasus ini dilaksanakan oleh hanya satu orang saja, namun lebih seperti mafia yang terkait satu sama lain. Oleh sebab itu Panja Komisi 1 harus sudah mulai bekerja. Mereka akan mengundang pihak terkait seperti Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan kalangan masyarakat untuk menyelidiki kasus SMS premium ini.
Industri layanan SMS premium Indonesia saat ini tengah 'ditidurkan'. Sebelum dibangunkan kembali, BRTI ingin memastikan bahwa aturan main SMS premium diubah, dan yang pasti haruslah diperketat. Sehingga ketika diterapkan kepada industri penyelenggara pesan jasa premium, banyak pemain yang tidak dapat mengakalinya. Untuk itu, langkah yang harus ditempuh adalah revisi Permen nomor 1 tahun 2009 yang saat ini masih digodok dan diharapkan dapat menambal celah-celah tersebut untuk menjadi lebih baik lagi. Ke depannya perijinan harus lebih diperketat, termasuk syarat dan sanksinya. Karena selama ini seakan-akan tidak ada sanksi hukum dan faktanya juga banyak aturan yang dilanggar. Hal lain yang juga disoroti adalah terkait hak dan kewajiban antara operator dan CP yang harus diperjelas. Poin ini penting agar jika nantinya ada masalah, operator dan CP tidak saling menyalahkan.
Seperti dijelaskan dalam kasus diatas, dapat dibayangkan bagaimana keadaan suatu bisnis yang dijalani tanpa dilandasi dengan etika. Pada akhirnya, bukan hanya masyarakat atau lingkungan tertentu yang merasakan dampak negatif dari kecurangan bisnis tersebut, tetapi pelaku bisnis itu sendiri.



Senin, 14 Oktober 2013

Etika, Profesi dan Etika Profesi

     Seringkali dalam lingkungan sehari-hari kita mendengar kata etika dan profesi, sehingga tidak asing lagi apabila kita mengucapkan dua kata tersebut. Namun, dengan sederhana mungkin dapat dijelaskan pengertian etika dan profesi. Penggunaan makna dari keduanya pun sering di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti aturan. Akan tetapi menjadi sangat penting apabila kita mengetahui dengan jelas mengenai pengertian etika dan profesi, sehingga kita dapat mendeskripsikan dengan baik makna dari etika dan profesi tesebut.
Pertama, kita akan mempelajari mengenai pengertian etika. Kata etik atau etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system” (“sebuah disiplin ilmu yang dapat bertindak sebagai pengukur atau rujukan dari performa sistem control kita”). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini.
Selanjutnya adalah profesi, bagaimana dengan pengertian profesi?. Secara sederhana profesi bisa diartikan sebagai pekerjaan atau keahlian. Tetapi, bukan hanya dengan pemahaman bahwa profesi adalah pekerjaan saja, melainkan harus mengetahui pula profesi dengan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaannya.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) (2005: 897), kata profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu. 
Sardiman (2009: 133) berpendapat secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut dalam ilmu dan teknologi yang digunakan sebagai perangkat dasar untuk di implementasikan dalam kegiatan yang bermanfaat.
Dengan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus untuk melakukannya. Guru, Dokter, Auditor, Arsitek merupakan suatu profesi. Pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan keterampilan atau keahlian khusus yang harus dimiliki.
Setelah dijelaskan mengenai pengertian etika dan profesi. Lalu, bagaimana gabungan dari 2 kata tersebut yaitu etika profesi? Perlukah mempelajari tentang etika profesi? Apabila berbicara mengenai perlu atau tidaknya sudah sangat jelas, perlu. Karena profesi seseorang akan didukung dengan sangat baik apabila memiliki etika yang baik pula.
Gabungan 2 kata, yaitu etika dan profesi memiliki pengertian bahwa aturan atau standar yang mengatur bagaimana keterampilan atau keahlian dapat dijalankan dengan baik. Kita juga sering mendenngar kode etik profesi, dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian (Wignjosoebroto, 1999).
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

SUMBER :

Selasa, 18 Juni 2013

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2

KELOMPOK:
1.      Astri Rhianti Poetri               (21210198)
2.      Efa Wahyuni                         (22210258)
3.      Nova Farhan Septiani           (25210041)
4.      Siti Amanah                           (26210579)
5.      Yuli Chatrine Castro            (28210741)
INFLASI HUBUNGANNYA DENGAN PENGANGGURAN DAN KESEMPATAN KERJA
1.      Latar Belakang Masalah
Stabilitas merupakan prasyarat bagi pertumbuhan dan pemerataan sehingga laju inflasi yang terlalu tinggi harus diturunkan karena mengganggu pertumbuhan dan melaratkan rakyat kecil yang berpenghasilan rendah dan tetap.
2.      Definisi Inflasi
Inflasi menunjukan kenaikan dalam tingkat harga umum. Laju inflasi adalah tingkat perubahan tingkat harga umum.
3.      Jenis Inflasi
a.       Inflasi Moderat
Inflasi modeat ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat atau biasa disebut dengan inflasi satu digit pertahun.
b.      Inflasi Ganas
Infalsi dalam dua digit atau tiga digit seperti 20, 100 atau 200 persen per tahun.
c.       Hiperinflasi
Meskipun perekonomian tampaknya dapat bertahan dari inflasi ganas, jenis inflasi ketiga dan sangat mematikan bias saja terjadi yaitu apabila wabah hiperinflasi menyerang. 
4.      Dampak Inflasi
·         Dampak terhadap distribusi pendapatan dan kekayaan
·         Berpengaruh langsung terhadap aktiva dan kewajiban masyarakat
·         Adanya penyesuaian suku bunga rill
·         Pengaruh terhadap tingkat output secara keseluruhan
·         Dampak secara mikro terhadap efisiensi ekonomi
5.      Sumber-sumber Inflasi
a.       Inflasi Inersial
Inflasi akan bertahan pada tingkat yang sama sampai kejadian-kejadian ekonomi menyebabkannya untu berubah.
b.      Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi tarikan permintaan timbul apabila permintaaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktifitas perekonomian, menarik harga keatas untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan agregrat.
c.       Inflasi Dorongan-Biaya (Cost-Push Inflation)
Bentuk awal inflasi tarikan-permintaan dipahami oleh ekonom-ekonom klasik dan digunakan oleh mereka untuk menjelaskan pergerakan harga secara historis.
d.      Ekspektasi Inflasi Inersial
Ekspektasi (harapan) inflasi yang tinggi atau rendah cenderung akan dengan sendirinya memenuhi ramalan-ramalan perekonomian tersebut.
6.      Faktor-Faktor Penyebab Inflasi
a.       Penawaran Uang (Jumlah Uang Beredar)
b.      Pendapatan Nasional
c.       Nilai Tukar Rupiah
7.      Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah kesempatan yang timpang yang terjadi antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sehingga sebagian angkatan kerja tidak dapat melakukan kegiatan kerja.
8.      Jenis-Jenis Pengangguran
a.       Pengangguran Konjungtur
b.      Pengangguran Struktural
c.       Pengangguran Normal
9.      Akibat Buruk Pengangguran
a.       Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
b.      Pengangguran menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang
c.       Penganguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi
10.  Jenis Pengangguran Pada Negara Berkembang
a.       Pengangguran Tersembunyi
b.      Pengangguran Musiman
c.       Setengah Menganggur
d.      Pengangguran Sukarela dan Tak Sukarela
11.  Hubungan Inflasi dengan Pengangguran dan Kesempatan Kerja di Indonesia
Tingkat pengangguran yang rendah akan menimbulkan masalah inflasi. Sebaliknya bila tingkat pengangguran tinggi tingkat harga-harga relatif stabil. Tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Pada tahun 2005 tingkat inflasi di Indonesia meningkat menjadi 17,11% sedangkan tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 10,26%. Keadaan ini bertentangan dengan teori yang berlaku disebabkan ada beberapa factor yang mempengaruhi pengangguran. Salah satunya adalah adanya pengurangan subsidi BBM pada tahun 2005 sehingga menimbukan kenaikan harga dan melemahkan daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang rendah berakibat pada lemahnya investasi pula, dan akhirnya berdampak pada menambahnya pengangguran karena tidak adanya kesempatan kerja.

Coversation About Banking

Group:
Astri Rhianti Poetri (21210198)
Efa Wahyuni (22210258)
Nova Farhan Septiani (25210041)



BANKING
Astri                : Good Evening, Guys!
Nova & Efa     : Hay Astri, Good Evening!
Astri                : How are you? Long time no see...
Nova               : Good...
Efa                  : Yeah, nice.
  How about your self?
Astri                : Great.
                          What are you guys doing here?
Nova               : We are talking about our current work.
Efa                  : Yeah, right. It’s really exhausting.
Astri                : Wow, Looking interesting.
                          Where do you work now?
Efa                  : We both work in a Privat Bank and Nova in Central Bank.
Nova               : And you?
Astri                : I work in Monetary Department.
Efa                  : Wow, that’s awesome.
Astri                : Thank you.
                         Since when did both of you work in there?
Nova               : Since 3 years ago.
Efa                  : 2 years ago.
Astri                : How’s the condition in your work place?
Nova               : It’s nice and a lot of fun.
Efa                  : Actually it’s fun, but there is a little problem.
Astri                : What kind of trouble that you are facing?
Nova               : Would you like to tell us.
Efa                  : There are so many loans that give bad result in decreasing our
   income.
Nova               : In my opinion the Bank should tighten the selection of
  prospective customers who want to apply for credit.
Astri                : Yeah, that’s right.
Beside that the bank should add the requirement to apply for          credit.
Efa                  : Hmmmmm... Okey, Thank you guys for your advice.
  I will try to suggest that.
Nova               : Who is the one whose has the authority?
Efa                  : The president director, of course.
Astri                : By the way, how much is the interest rate in your Bank?
Nova               : It’s two percents (2%) in Central Bank.
Efa                  : It’s one percent (1%) in my work place.
Astri                : What kind of saving product in your Bank, Efa?
Efa                  : Simpeda Saving, Tahapan Saving and Junior Saving.
Nova               : Which saving product that fits for my little brother?
Efa                  : Of course, Junior saving.
Astri                : If I want to apply for opening a saving account.
                         What is the requirement?
Efa                  : It’s so simple, you just meet to bring a copy of your ID card.
Nova               : How about my little brother? Has not he got an ID card?
Efa                  : Oh... I miss something about junior saving.
Astri                : Oh, yeah..
                          How about that?
Efa                  : The junior saving only requires a familiy card.
Nova               : Wow...
                          That’s so simple. I tell him later.
Astri                : Where is the Bank located?
Efa                  : In Thamrin area.
Nova               : What time is their business hours?
Efa                  : 08.00 am (eight a clock am).
Astri                : Alright then.
                          I will call you later is I am interested in it.s
Nova               : So do I.
Efa                  : Okay, I’m looking forward to see you again.
Astri                : Okay, Nice to meet you guys, Good Evening!
Nova & Efa     : Nice to meet you too, Good Evening!