Kamis, 14 April 2011

Peran Kurs Valutang Asing terhadap Ekonomi Indonesia

Jika kita mendengar Valuta Asing maka yang akan terfikir di benak kita adalah mengenai mata uang asing yang beredar seperti dollar misalnya,namun bahwa pada sebenarnya Valuta Asing bukanlah hanya sekedar mata uang asing atau nilai uang tetapi valuta asing juga memiliki perannya tersendiri. Salah satu perannya adalah meningkatkan ekonomi di Indoesia. untuk lebih mengetahui lebih jelasnya berikut mengenai definisi,fungsi,jenis,peran Kurs Valuta Asing dan lain sebagainya .

A. Definisi Valuta Asing
    valuta asing adalah pertukaran mata uang suatu negara terhadap negara lainnya,sedangkan Kurs adalah Jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan satuan mata uang asing. Jadi kurs valuta asing adalah nilai pertukaran mata uang suatu negara terhadap mata uang lainnya.
Dalam Transaksi valuta asing terdapat tiga bentuk transaksi, yaitu :
  1. Spot exchange yaitu, di mana transaksi terjadi dengan pelepasan pada value date, biasanya dua hari kerja setelah transaksi terjadi.
  2. Foreign exchange yaitu, transaksi yang terjadi dengan pelepasan pada saat tertentu di waktu yang akan datang.
  3. Swap yaitu, yang merupakan transaksi pembelian dan penjualan secara simultan (terus-menerus) pada tanggal jatuh tempo yang berbeda-beda.

B. Transaksi dalam Valuta Asing
        Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan transaksi yang termasuk dalam transaksi mata uang asing. Menurut Standar Akuntansi Keuangan: “Transaksi mata uang asing termasuk transaksi yang timbul ketika suatu badan usaha:
  1. Membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam suatu mata uang asing.
  2. Meminjam (utang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing
  3. Menjadi suatu pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana, atau 
  4. Memperoleh atau melepas aktiva, menimbulkan atau melunasi kewajiban, yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.” (Standar Akuntansi Keuangan 1999:10.2)
 Transaksi valuta asing dibukukan berdasarkan kurs pada tanggal transaksi dan pada tanggal neraca, saldo aktiva dan kewajiban dalam valuta asing harus dijabarkan dengan kurs pada tanggal neraca, dan selisih kurs yang timbul ditampung dalam perhitungan laba rugi periode usaha yang bersangkutan. Sedangkan selisih kurs yang terjadi pada saat transaksi sebagai akibat dari devaluasi atau revaluasi dapat dibebankan atau dikreditkan baik langsung pada periode berjalan atau ditangguhkan dan diamortisasi selama beberapa periode.

C. Jenis Perubahan Nilai Kurs Valuta Asing
       Perubahan nilai kurs valuta asing umumnya berupa:
    1. Apresiasi atau depresiasi yaitu, naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang sepenuhnya tergantung pada kekuatan pasar (permintaan dan penawaran valuta asing) baik dalam negeri maupun luar negeri. 
    2. Devaluasi atau revaluasi yaitu, naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah.Turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang terjadi harian (depresiasi) sebenarnya mempunyai pengertian sebagaimana devaluasi, tetapi karena perubahan tersebut sangat kecil, maka tidak dirasakan sebagai devaluasi. Yang dianggap sebagai devaluasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah, dilakukan secara mendadak, dan ada perbedaan selisih kurs yang besar antara sebelum dan sesudah devaluasi. Hal ini berlaku juga untuk apresiasi dan revaluasi.
    D.  Fungsi Pasar Terhadap Kurs Valuta Asing
    • Mentransfer daya beli
    • Memudahkan transaksi perdagangan internasional
    • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menghindari naik turunnya kurs valuta asing
    • Memperluas lapangan pekerjaan 
    E.Pihak-Pihak yang membutuhkan Valuta Asing
    1. Oraang Indonesiayang akan berkunjung ke luar negeri
    2. Orang Indonesia yang membiayai anggota keluarganya yang tinggal di luar negeri
    3. Para importir Indonesia yang hendak membayar harga barang yang dibeli dari luar negeri
    4. Para investor Indonesia yang akan membayar kewajiban-kewajibannya kepada orang di luar negeri
    5. Pemerintah/orang-orang Indonesia yang akan membayar utang atau bunga ke luar negeri
    6. Perusahaan-perusahaan asing di Indonesia yang akan membayar dividen kepada para pemegang saham di luar negeri
    7. Pedagang valas yang ingin berspekulasi terkait dengan naik turunnya nilai valuta asing untuk mendapatkan keuntungan.

    Pembatasan transaksi valas yang dilakukan oleh Bank Indonesia tersebut dikhawatirkan akan menghambat proses pemulihan ekonomi, memberikan dampak buruk bagi perkembangan investasi asing, dan menghambat perkembangan sektor ekspor. Otoritas moneter sebaiknya lebih mengutamakan kebijakan pengendalian variabel variabel fundamental ekonomi yang mempengaruhi fluktuasi kurs valas, seperti pengendalian jumlah uang yang beredar (JUB), kebijakan target inflasi, dan tingkat suku bunga uktuasi nilai tukar adalah :

    Pertama, menciptakan sistem manajemen perekonomian yang melibatkan resiko valas.

    Kedua, pengendalian variabel-variabel ekonomi fundamental tetap sangat diperlukan untuk menciptakan stabilitas kurs valas, dan untuk itu pemerintah dituntut untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam menciptakan indikator-indikator fundamental ekonomi yang mendukung bagi terciptanya stabilitas dan keterjangkauan kurs valas. 

    Ketiga, pemerintah perlu menciptakan kebijakan-kebijakan ekonomi yang mampu mengeliminir gejolak perekonomian yang tidak dapat diredam secara otomatis sebagai misal kebijakan percepatan penyehatan sistem perbankan nasional dan penyelesaian utang luar negeri. 

    Keempat, kebijakan ekonomi yang dapat memastikan proses penyesuaian dapat berjalan dengan otomatis sangat diperlukan, misalkan kebijakan yang cukup responsif bila terjadi fluktuasi nilai tukar khususnya di sektor perdagangan internasional (ekspor-impor) dan investasi asing.


    Dari pembahasan diatas,ternyata kita dapat mengetahui bahwa banyak pihak yang membutuhkan valuta asing.

    Jadi dapat kita lihat bahwa peranan kurs valuta asing sangatlah penting dalam perekonomian,salah sedikit pemerintah dalam memberikan kebijakan-kebijakan maka kerugian yang cukup besar akan dirasakan oleh negara.




    SUMBER :
      http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/valuta-asing-dan-kurs-valuta-asing.html
      http://www.mudrajad.com/upload/journal_analisis-kurs-valas-box-jenkins.pdf        




           



            
       
         
         

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar