Rabu, 30 Maret 2011

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Indonesia di Masa Mendatang

Jika kita berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional. Selama tiga tahun,terhitung dari 2005, 2006, dan 2007 perekonomian Indonesia tumbuh cukup signifikan (rata-rata di atas 6%), menjadikan Indonesia saat ini secara ekonomi cukup dipertimbangkan oleh perekonomian dunia.

Namun seiring dengan adanya globalisasi, Indonesia dituntut untuk melakukan akselerasi dalam penangan berbagai masalah seperti, ketahanan pangan, penanganan bencana, pengangguran, pendidikan, penanganan transportasi, masalah kebijakan, ada juga masalah korupsi yang sudah tidak lagi asing di dengar, juga krisis kepemimpinan yang dinilai sebagai salah satu akar permasalahan ditambah bertambahnya terus penduduk yang menyebabkan Negara semakin sulit mengurus rakyatnya. Tetapi dari semua persoalan tersebut, tidak dapat dipungkiri persoalan terbesar adalah EKONOMI. Perekonomian bangsa Indonesia yang tidak terarah membuat kita menjadi bangsa yang seolah olah tertinggal.  Jelas sudah kita memerlukan koordinasi yang baik dalam menyelesaikan masalah dan mencari akar permasalahan yang ada.

pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia. Yaitu,

1.     Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.Kebijakan Fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. Banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

2.     Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. 

3.     Kebijakan Sektoral
Kebijakan ini menitik beratkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah. dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai

Serta dalam menjalankan kebijakan-kebijakan diatas dan mengurangi berbagai hambatan dalam pemajuan perekonomian,pemerintah merumuskan/menciptakan kembali kebijakan ekonomi yang dapat dikelompokkan ke  dalam 8 bidang untuk memajukan perekonomian indonesia di masa mendatang. Yaitu :

1)      Investasi
2)      ekonomi makro dan keuangan
3)      ketahanan energi
4)      sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
5)      pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
6)      pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN
7)      infrastruktur, dan
                  8)    ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

Berikut analisis singkat atas kondisi ke-delapan bidang yang menjadi paket kebijakan ekonomi tersebut:

1.     Iklim investasi.
      Realisasi investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMDN pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 159 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 34.878,7 miliar (34,88 triliun Rupiah). Sedangkan realisasi Investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMA (FDI) pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 983 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar US$. 10.349,6 juta (US$ 10,34 milyar).

2.     Kebijakan ekonomi makro dan keuangan
      Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan APBN yang cukup baik yaitu dengan sedikit ekspansif walau masih sangat berhati-hati. Hal ini terlihat dari defisit RAPBN tahun 2009 sebesar Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Kompas 15 Agustus 2008), walau defisit APBN masih dapat ditolerir sampai angka 3% (berdasarkan golden rule) .
Dari sisi moneter, Bank Indonesia dengan instrument BI-rate cukup berhasil untuk mengendalikan inflasi, khususnya core inflation sejak BI rate diterapkan pada tahun 2005. Namun inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga energi dan terganggunya masalah distribusi terutama akibat naiknya harga gas, premium, solar, dan makanan (volatile food) membuat tahun 2008 tingkat inflasi cukup tinggi yaitu untuk Januari-Agustus 2008 tercatat 9,4 persen, dan inflasi Agustus 2007-Agustus 2008 mencapai 11,85 persen.

3.     Ketahanan Energi.
      Sebagaimana kita ketahui bahwa harga energi dunia terus berfluktuasi dan sangat sulit untuk diprediksi. Pada tahun 2008 harga minyak dunia bahkan sudah mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu. Walau saat ini menurun pada kisaran US$ 106, bahkan hari ini tanggal 10 September 2008 harga minyak telah turun dibawah US$ 100 .Hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional karena kita tahu bahwa ,sebagai input, naiknya harga energi akan berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan harga jual.

4.     Kebijakan sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
      Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah baik bahan tambang, hutan, pertanian, hasil laut, dan cahaya matahari yang sepanjang tahun. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola dengan baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat (welfare). Sejauh ini Indonesia telah memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi seperti minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, timah dan lain sebagainya. Namun pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak negatif (negative externalities) terhadap lingkungan berupa penggundulan hutan penghancuran bukit-bukit yang tentunya berdampak sangat negatif terhadap kondisi lingkungan. Disisi pertanian, walau banyak kemajuan yang dicatat Indonesia masih mengimpor beras, dan produk pertanian lain seperti kedele, dan hasil perkebunan (gula).


5.      Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).                                 
      Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini merupakan sektor ekonomi yang cukup tangguh terutama pada saat krisis ekonomi 1998 dimana banyak pelaku ekonomi besar bertumbangan. Salah satu dari beberapa program yang akan diterapkan oleh pemerintah menyangkut pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah peningkatan akses UMKM pada sumber pembiayaan dengan Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan akses UMKM pada sumber pembiayaan.


6.      Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN.                                           
      Sebagai anggota penting ASEAN Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh organisasi yaitu pelaksanaan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community – AEC). Beberapa langkah ke depan adalah (i) Komitmen AEC untuk Arus Barang Secara Bebas (ii) Komitmen AEC untuk Arus Jasa Secara Bebas (iii) Komitmen AEC untuk Arus Penanaman modal Secara Bebas (iv) Komitmen AEC untuk Arus Modal Secara Bebas (v) Komitmen AEC untuk Arus Tenaga Kerja Terampil Secara Bebas (vi) Komitmen AEC untuk Perdagangan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (vii) Komitmen AEC untuk Menuju Kawasan Ekonomi Yang Kompetitif (viii) Sosialisasi Pelaksanaan Komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

7.      Infrastruktur.                                                                                                
      Sebagaimana disinggung di depan, kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia berada pada titik yang nadir. Kalau pada masa orde baru, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami titik puncak, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai. Belum lagi kondisi infrastruktur yang kualitasnya menurun seiring berjalannya waktu. Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak ini tidak terlepas dari masa-masa sulit APBN kita yang sampai tahun 2004 lebih dikonsentrasikan kepada pembayaran hutang dan belanja barang dan gaji pegawai, perlu ditingkatkannya belanja pemerintah untuk keperluan infrastruktur ini disamping menerapkan KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta) untuk membangun jalan, jembatan, pelabuhan, perlistrikan, telekomunikasi dan lain-lain.

8.     Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
      Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja atau berada pada kisaran 9 juta orang.. Di satu daerah program transmigrasi berjalan baik tapi di daerah lain mengalami kegagalan.Paska krisis, program transmigrasi kelihatannya mati suri atau sudah hampir tidak lagi terdengar gaungnya. Apalagi sejak berlakunya otonomi daerah dimana kewenangan mengatur daerah diserahkan kepada pemerintah daerah, termasuk mengatur datangnya penduduk dari luar daerah. Saat ini tentunya perlu ada koordinasi antara pusat dengan daerah menyangkut masalah transmigrasi ini.


NB :

Dalam masa yang akan datang ada empat paket srategi penting yang dikeluarkan Presiden,yaitu berupa kebijakan di bidang energi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan ekonomi bidang investasi.
          "Empat paket kebijakan itu terpadu saling terkait," kata Presiden menegaskan.
       

      SUMBER : http://adicelular.wordpress.com/2011/02/25/berbagai-kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/
                        http://groups.yahoo.com/group/nasional-list/message/19409



Senin, 28 Maret 2011

Pengangguran Bagi Perekonomian INDONESIA

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal.Pengangguran atau biasa disebut juga tuna karya (istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali) sudah menjadi masalah yang lazim di Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat,inilah yang membuat pengangguran menjadi masalah kronis yang harus segera diatasi.

          Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran   adalah sebagai berikut:

1.      Jumlah penduduk yang semakin meningkat
       Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen atau sebanyak 237,56 juta jiwa bahkan lebih dinilai sudah mengkhawatirkan,di samping menambah padatnya wilayah Indonesia juga mempersempit masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

2.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
       Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

3.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang

4.      Kurangnya keterampilan masyarakat
        Masyarakat yang terampil adalah masyarakat yang mampu menciptakan suatu hasil karya atau mengubah apapun menjadi sesuatu yang bernilai 
  
5.      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
        Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.

6.      Meningkatnya peranan dan aspirasi  Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia

7.      Lemahnya SDM (Sumber Daya Manusia)
       Teknologi yang semakin modern dengan berbagai tehnik ilmu yang semakin maju membutuhkan SDM yang tinggi dalam menjalankannya .Dengan masyarakat yang rata-rata mmemiliki sumber daya manusia yang minimum mebuat indonesia sulit untuk mengembangkan berbagai teknologi.hal ini mennimbulkan angka pengangguran yang cukup tinggi.


8.      Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
       Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.

           Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

                               I.      Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara

           Tujuan  akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1.Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya.
         Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

2.Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang.
         Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

3.Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
        Adanya pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

                             
                               II.      Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat

         Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

                            1.Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
                 2.Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
                 3.Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
                 4.Pengangguran dapat menimbulkan tingkat kriminalitas yang tinggi
                 5.Pengangguran dapat menjadikan kondisi psikologis yang rendah
                    pada si penganggur itu sendiri karena menjadi beban dalam keluarga dan  
                    masyarakat
 
                 Cara mengatasi pengangguran (me-meninimalkan)

1.      Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu
Pendidikan merupakan salah satu penyebab pengangguran,dengan sistem pendidikan gratis seluruh aspek masyarakat yang kurang mampu dapat mendapatkan pendidikan yang layak.

2.      Pemerintah sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak,terbuka,dan meluas, itu dapat memberi harapan-harapan baru bagi pencari kerja.

3.      Tak hanya pemerintah masyarakat pun dihimbau untuk membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru untuk orag lain.

4.      Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan
Misalnya kursus menjahit,pelatihan pembuat kerajinan tangan,BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah. Hal ini juga termasuk cara mengatasi pengangguran sehingga orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi pun bisa bekerja dengan moda keterampilan yang sudah mereka miliki.

5.      Pemerintah diharapkan mendirikan suatu lembaga bantuan kredit atau langsung bekerja sama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit kepada masyarakat yang kurang mampu. Kredit tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk mendirikan suatu usaha seperti UKM atau sejenisnya

6.      Sebagai antisipasi, pelajar perlu diberikan pelajaran non formal.
                           
Pendidikan non formal bisa berupa pelajaran keterampilankhusus, kemampuan berkomunikasi atau peningkatan EQ,serta diarahkan untuk menjadi lulusan sekolah
yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Bukan semata-mata menjadi lulusan yang hanya bisa melamar pekerjaan.


Secara umum dapat kita simpulkan bahwa masalah pengangguran dapat berdampak sangat kronis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,jumlah masyarakat yang semakin tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada,serta kemampuan SDM masyarakat yang rendah menjadi contoh faktor dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran. Suatu negara (Indonesia) akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang semakin menurun dengan banyaknya jumlah pengangguran yang akhirnya menimbulkan masalah lain seperti kemiskinan,kerusuhan,kelaparan, kriminalitas,serta kekacauan politik. Sehingga sulit bagi indonesia untuk menjadi negara maju,apabila pemerintah tidak mampu mengatasi segala permasalahaan yang terjadi termasuk pengangguran

Rabu, 16 Maret 2011

LEMAHNYA SUMBER DAYA MANUSIA DI INDONESIA

Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk social yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta mengembangkan seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

Di atas adalah definisi dari Sumber Daya Manusia,lalu bagaimana dengan Sumber Daya Manusia di INDONESIA ?

Telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang kaya akan hasil alamnya bahkan Indonesia dijuluki “zamrud khatulistiwa”. Potensi –Potensi yang terkandung di dalamnya seperti , kekayaan hutan, perkebunan, kelautan, BBM, emas dan barang-barang tambang lainnya. Sangat memungkinkan untuk menjadikan Indonesia menjadi Negara maju dan makmur. Namun apabila kita hanya mengandalkan kekayaan alam yang ada tanpa disertai kualitas SDM yang memadai nampaknya sia-sia. Karna kekayaan alam tersebut akan terbuang percuma tanpa pengolahan yang baik dari Negara itu sendiri. Akibatnya rakyat Indonesia jauh lebih miskin dibandingkan negara-negara lain yang tergabung dalam ASEAN.

Ada contoh kasus seperti Proyek Exxon di Aceh dan Freeport di Papua, yang menjadi contoh betapa rakyat sekitarnya masih berada dalam kemiskinan. Padahal kekayaan tambangnya terus dikuras habis-habisan. Namun rakyat lebih banyak diam, karena bingung tak tahu harus berbuat apa.. Mereka lebih banyak bersabar dan sering menyaksikan kemewahan hidup orang asing yang mengambil minyak dan kekayaan di wilayahnya. Mereka hanya lebih banyak bersikap sabar. Namun, jika kesabaran mulai habis, maka yang muncul adalah kejengkelan yang hal ini mudah menyulut gejolak sosial. Hal seperti inilah yang menunjukan bahwa LEMAHNYA SDM di INDONESIA yang membuat RAKYAT MENJADI MISKIN di NEGARANYA SENDIRI, padahal mereka tahu betapa kayanya alam sekitar mereka.

Di bidang akademik, Indonesia yang dihuni sekitar 250 juta jiwa hanya memiliki prestasi gelar PhD sekitar 7.000 orang. Bila dibandingkan dengan Filipina yang jumlah populasi penduduknya sekitar 18 juta jiwa. Indonesia tertinggal jauh. Dunia pendidikan sangat menunjang kualitas SDM, dengan mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya masyarakat Indonesia mempunyai peluang lebih untuk memperbaiki Sumber Daya Manusianya. Tetapi sepertinya langkah untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan berkualitas dapat terhenti, sekolah dan belajar bukan lagi menjadi kegiatan anak-anak Indonesia saat ini . waktu mereka telah habis untuk mencari uang demi membiayai kehidupan mereka yang “seharusnya” menjadi tanggung jawab dari para orang tua. Mahalnya biaya sekolah dan ketidakmampuan para orang tua untuk membiayai anaknya bersekolah adalah 1 dari kesekian factor yang mempengaruhi anak-anak putus sekolah.

Itulah yang menjadi perbincangan saat ini, bagaimana kita dapat meningkatkan SDM kita apabila untuk ber-SEKOLAH saja susah,apa yang sebenarnya dilihat oleh para pejabat pemerintah kita,bukankah hal-hal seperti diatas hanya dapat menambah jumlah “warga miskin” dengan Lemah SDM yang membuat Negara kaya dapat menjadi Negara miskin di Dunia.,lemahnya SDM yang mengakibatkan INDONESIA dikuasai oleh pihak asing. Sebaiknya kualitas SDA yang baik dapat di ikuti dengan SDM yang baik pula. Kita harus merubah kenyataan ini, jadikan SDM sebagai konsesus bersama untuk prioritas pembangunan. Sehingga INDONESIA tidak lagi menjadi “NEGARA KAYA DENGAN RAKYAT MISKIN”