Senin, 04 April 2011

Mengenal Lebih Jauh Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah yang memiliki  pantai dengan sejuta keindahan,berbagai kebudayaan dan kerukunan antar etnis,serta provinsi yang terkenal sebagai daerah penghasil timah. Namun dengan berbagai sejuta pesona yang dimilikinya ternyata di antara kita masih banyak yang belum mengenal lebih jauh tentang Kepulauan Bangka Belitung,untuk itu disini akan saya sampaikan lebih lengkap mengenai kepulauan Bangka Belitung.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan

A.      Letak Geografis
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terletak pada 104°50’ sampai 109°30’ Bujur Timur dan 0°50’ sampai 4°10’ Lintang Selatan,dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
• Di sebelah Barat dengan Selat Bangka
• Di sebelah Timur dengan Selat Karimata
• Di sebelah Utara dengan Laut Natuna
• Di sebelah Selatan dengan Laut Jawa

Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan.

B.      Pembagian Administratif 
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbagi atas tujuh daerah tingkat dua, yaitu:

1.      Kabupaten Bangka (ibukota: Sungailiat)
Sejak masih bergabung dengan Sumatera Selatan maupun setelah lepas, Kabupaten Bangka merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak. Saat lepas dari Sumsel, luas Kabupaten Bangka meliputi 91% luas pulau Bangka (11.000 km2), namun pada tahun 2003 Kabupaten Bangka dimekarkan menjadi 4 Kabupaten. oleh karena itu, Kabupaten Bangka juga dikenal sebagai Kabupaten Bangka Induk.

2.      Kabupaten Belitung (Ibukota: Tanjungpandan)
Pada awalnya meliputi seluruh pulau Belitung dan pulau kecil di sekitarnya, namun pada tahun 2003 dimekarkan menjadi 2 kabupaten.

3.      Kabupaten Bangka Barat (ibukota: Mentok)
Merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003. Kabupaten Bangka Barat merupakan titik penyebrangan yang menghubungkan Bangka dengan Sumatera Selatan melalui pelabuhan Mentok yang merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. kota Mentok sendiri merupakan pusat pengolahan timah Bangka serta tempat Bung Karno, Bung Hatta, Moh. Roem dan pemimpin nasional lain diasingkan selama masa revolusi mempertahankan kemerdekaan.

4.      Kabupaten Bangka Tengah (ibukota: Koba)
Merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003. merupakan pusat perikanan Bangka Belitung. sepanjang jalan raya Pangkalpinang-Koba (60 km) terdapat pantai indah tepat di sisi jalan terutama di Desa Penyak dan Kurau.

5.      Kabupaten Bangka Selatan (ibukota: Toboali)
Merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003. Daerahnya meliputi bagian selatan Pulau Bangka, termasuk pulau-pulau kecil seperti Pulau Lepar, Pulau Pongok dan pulau Nanas. Kabupaten Bangka Selatan merupakan pusat penghasil beras Kepulauan Bangka Belitung. Juga merupakan daerah tujuan transmigran dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

6.      Kabupaten Belitung Timur (ibukota: Manggar)
Merupakan pemekaran Kabupaten Belitung tahun 2003. Tempat ini merupakan tempat "Laskar Pelangi" yang ditulis Andrea Hirata.

7.      Kota Pangkal Pinang
             merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ditetapkan sejak tahun 2002. kota terbesar dan teramai di provinsi ini. sebelumnya merupakan ibukota kabupaten Bangka, namun pada tahun 1971 ibukota kabupaten Bangka pindah ke Sungailiat dan kota Pangkalpinang menjadi kota sendiri. Kantor pusat PT. Timah Tbk. berada di wilayah ini.


C.     Flora

Di Kepulauan Bangka Belitung tumbuh bermacam-macam jenis kayu berkualitas yang diperdagangkan ke luar daerah seperti: Kayu Meranti, Ramin, Mambalong, Mandaru, Bulin dan Kerengas. Tanaman hutan lainnya adalah: Kapuk, Jelutung, Pulai, Gelam, Meranti rawa, Mentagor, Mahang, Bakau dan lain-lain. Hasil hutan lainnya merupakan hasil ikutan terutama madu alam dan rotan. Madu Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan madu pahit.

B.      Fauna

Fauna di Kepulauan Bangka Belitung lebih memiliki kesamaan dengan fauna di Kepulauan Riau dan semenanjung Malaysia daripada dengan daerah Sumatera. Beberapa jenis hewan yang dapat ditemui di Kepulauan Bangka Belitung antara lain: Rusa, Beruk, Monyet, Lutung, Babi Hutan, Tringgiling, Kancil, Musang , Elang, Ayam Hutan, Pelanduk, berjenis-jenis Ular dan Biawak.

C.      Cuaca dan Iklim

Kepulauan Bangka Belitung memiliki Iklim tropis yang dipengaruhi angin musim yang mengalami bulan basah selama tujuh bulan sepanjang tahun dan bulan kering selama lima bulan terus menerus. Tahun 2007 bulan kering terjadi pada Bulan Agustus sampai dengan Oktober dengan hari hujan 11-15 hari per bulan. Untuk bulan basah hari hujan 16-27 hari per bulan, terjadi pada Bulan Januari sampai dengan Bulan Juli dan Bulan November sampai Bulan Desember.

D.     Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk Kepulauan Bangka Belitung usia 15 tahun ke atas atau yang termasuk Penduduk Usia Kerja (PUK) pada tahun 2007 sebanyak 766.428 jiwa atau 69,25 persen dari total penduduk. Sebesar 66,28 persen dari PUK termasuk dalam penduduk angkatan kerja (bekerja dan/atau mencari kerja) dan sisanya 33.72 persen adalah penduduk bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumahtangga dan lainnya).
Tingkat partisipasi angkatan kerja Kepulauan Bangka Belitung tahun 2007 sebesar 66,28 persen artinya sebesar 66 persen penduduk usia kerja aktif secara ekonomi. Adapun tingkat pengangguran terbuka untuk Kepulauan Bangka Belitung tahun yang sama sebesar 6,49 persen, artinya dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, secara rata-rata 5-6 orang diantaranya pencari kerja. Penduduk usia kerja yang bekerja apabila dilihat dari sektor lapangan pekerjaan tampak bahwa 

·         34,4 % bekerja di sektor pertanian
·         20,9 % bekerja di sektor pertambangan
·         18,7 % bekerja di sektor perdagangan

A.     Perekonomian

  • Produk Domestik Regional Bruto

Pada tahun 2007, PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas sebesar 17.895.017 juta rupiah, sedangkan PDRB tanpa migas sebesar 17.369.399 juta. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2006 PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas adalah 15.920.529 juta rupiah dan PDRB tanpa migas sebesar 15.299.647 juta rupiah. Demikian juga, PDRB atas dasar harga konstan 2000 baik dengan migas maupun tanpa migas pada tahun 2007 menunjukkan peningkatan.

  •        Pertumbuhan Ekonomi
Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2007 semakin membaik dibandingkan tahun 2006. Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2007 dengan migas adalah sekitar 4,54 persen dan pertumbuhan ekonomi tanpa migas adalah sekitar 5,37 persen. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2006 dengan migas adalah 9.053.906 juta rupiah, pada tahun 2007 meningkat menjadi 9.645.062 juta rupiah, sementara tanpa migasnya menjadi 9.257.539 juta rupiah

  •           Struktur Perekonomian
Perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2007 ditopang oleh sektor primer dan sektor sekunder. Sektor primer meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Sektor primer ini mempunyai kontribusi cukup besar masing-masing sebesar 18,67 persen dan 20,40 persen.

Sedangkan pada sektor sekunder yaitu sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang cukup besar pada PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 22,51 persen dan untuk sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor bangunan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,65 persen dan 5,87 persen. Untuk sektor tersier yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa mempunyai kontribusi sebesar 34,81 persen.

Dilihat dari sisi penggunaan PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Pada tahun 2007 besarnya pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 9.015.057 juta rupiah atau sekitar 50,38 persen dari total PDRB. Selain itu kegiatan perdagangan luar negeri juga mempunyai kontribusi yang cukup besar, untuk ekspor senilai 8.741.217 juta rupiah atau 48,84 persen dan untuk impor senilai 5.284.414 juta rupiah atau 29.53 persen dari total PDRB. 

  •       Ekspor impor
Neraca perdagangan yang meliputi kegiatan ekspor dan impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2007 terjadi peningkatan nilai surplus dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor pada tahun 2007 mencapai 1.254,43 juta dollar AS, atau naik 17,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu nilai impor menurun dari 25,09 juta dollar AS pada tahun 2006 menjadi 21,58 juta dollar AS di tahun 2007 atau turun sebesar 16,27 persen. Besarnya surplus neraca perdagangan tahun 2007 sebesar 1.232,85 juta dollar AS. Dengan demikian nilai surplus tahun 2007 naik sebesar 18,13 persen 

  •     Industri
Pada tahun 2007 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didominasi oleh kelompok industri kimia dan bahan bangunan secara kuantitas, yaitu sebanyak 1187 unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, terbanyak di kabupaten Bangka Tengah dengan 339 unit usaha. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri mencapai 19.462 orang dimana 7.375 merupakan penyerapan tenaga kerja terbesar berada di kelompok industri logam mesin dan elektronika.

Industri kerajinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan industri yang mengolah hasil agro industri, perikanan, perkebunan dan hasil laut. Industri kerajinan yang diusahakan penduduk adalah kerajinan tangan berupa industri pewter dari timah, gelang/cincin/tongkat dari akar bahar, anyaman kopiah/peci resam dan sebagainya. Sedangkan industri kerajinan yang berupa makanan/penganan berupa terasi, rusip, getas/kerupuk, siput gonggong dan lain-lain.


        
H.      Makannan khas
  • Lempah kuning adalah masakan khas dari Pulau Bangka. Bahan dasar makanan ini adalah ikan laut dan dapat juga memakai daging, yang kemudian diberi bermacam bumbu dapur seperti kunyit, bawang merah dan putih serta lebngkuas dan terasi atau belacan yang khas dari daerah Bangka.
  • Getas atau Keretekadalah makanan yang berbahan dasar ikan dan terigu yang buat dengan berbagi bentuk yang rasanya hampir sama dengan kerupuk
  • Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang dicuci bersih dan diriskan secara steril, kemudian dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Di samping itu ditambahkan juga air gula kabung agar aroma lebih terasa, kemudian disimpan sampai menjadi matang tanpa proses pemanasan. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu biasanya proses adonan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.
  • Calok Terbuat dari udang kecil segar yang disebut dengan udang cencalo/rebon. Udang dicuci bersih dan dicampur dengan garam sebagai pengawet agar tahan lebih lama. sangat cocok untuk teman lauk nasi hangat dengan lalapan ketimun, tomat dan sayuran segar lainnya. Calok juga enak sebagai campuran omelete telur, rasanya akan lebih gurih dan nikmat.
  • Lempok, makanan sejenis dodol yang terbuat dari campuran gula pasir dan buah-buahan tertentu (umumnya cempedak, nangka dan durian).
                       Jenis makanan lainnya
Masyarakat keturunan Tionghoa dari daerah ini terkenal karena masakannya serta kue-kue basahnya. Mie Bangka, Martabak Bangka atau Hok Lopan atau Van De Cock, Ca Kwe dan berbagai jenis makanan lainnya sering kali dijual oleh kelompok masyarakat ini yang merantau ke kota-kota besar di luar provinsi ini.

       
I.      Pariwisata

Pulau Bangka sangat terkenal dengan keindahan pantainya. Pada umumnya pantai di Bangka berpasir putih dan halus namun ada juga yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. Pantainya landai dengan ombak lumayan besar dan dikelilingi oleh batu vulkanik yang unik dan indah. Beberapa pantai yang terkenal di Pulau Bangka antara lain:

Khusus Pulau Belitung merupakan pulau yang indah dengan pasir putih, pemandangan unik dengan pantai pasir putih yang asli dihiasi oleh batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal dan dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil. Salah satu pantai terbaik dan unik di Indonesia, seperti:

 

Untuk  lebih memperjelas keadaan Pantai,berikut ada penjelasan mengenai beberapa pantai di atas.

      1. Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Kelurahan Sinar Baru Kec. Sungailiat, berjarak 38 km dari ibukota provinsi. Pantai Matras menampilkan nuansa gelombang yang cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk olahraga selancar dan speed boat.

     2. Pantai Tanjung Pesona

Pantai Tanjung Pesona terletak di daerah tanjung pantai matras dengan pesonanya maka terlontarlah kata tanjung pesona. pantai ini masih terletak di daerah yang sama yaitu di Sungailiat, sangat cocok untuk tempat peristirahatan di waktu libur.

     3. Pantai Parai Tenggiri

Dengan nuansa pantai dan adat Bangka yang kental ditampilkan oleh pengelola tempat ini, maka kita akan menemukan kenyamanan sehingga sangat cocok untuk acara liburan keluarga.

      4. Pantai Pasir Padi

Pantai yang terletak di Desa Air Itam Pangkalpinang begitu landai dengan hamparan pasir yang begitu luas dan panjang menjadikan pantai ini banyak dikunjungi oleh para pengunjung, terutama pada saat liburan.

     5. Pantai Air Anyir

Pantai ini terletak 15 km dari Sungailiat ke arah Pangkalpinang. Di pantai ini biasanya diadakan upacara adat Rebo Kasan sebagai ucapan syukur dan doa kepada Tuhan sebelum pergi melaut untuk mencari ikan. Upacara Rebo Kasan biasanya dilaksanakan pada hari Rabu terakhir Bulan Syafar.

     6. Pantai Romodong

Pantai Romodong terletak di Kec. Belinyu, sekitar 77 km dari Sungailiat. Pantai ini tepat menghadap ke arah Barat sehingga dari pinggir pantai dapat disaksikan matahari tenggelam. Panjang pantai mencapai 4 km, landai dan berpasir putih yang halus dengan laut yang bening. Pantai ini tersedia beberapa cottage dan fasilitas lain untuk wisatawan.

     7. Pantai Tanjung Kalian

Pantai ini terletak 9 km dari Muntok, Kab. Bangka Barat. Di pantai ini terdapat mercusuar yang dibangun pada tahun 1862, dimana dari puncak menara dapat disaksikan seluruh kawasan pantai Muntok. Di sini juga terdapat monumen peringatan 21 pesawat Australia yang gugur dalam peristiwa pemboman kapal laut Australia oleh Jepang pada tanggal 16 februari 1942.

     8. Pantai Tanjung Ular

Ciri khas pantai yang terletak 15 km dari Muntok atau 112 km dari Sungailiat ini adalah bentuk lekukannya yang indah dengan pasir putih yang halus dan landai serta terdapat bebatuan di depannya. Di pantai ini juga terdapat menara pantau guna melihat kapal-kapal yang akan berangkat dari pelabuhan Muntok.

                                          Di Wilayah Belitung
 

     1. Pantai Tanjung Tinggi

Pantai ini terletak 35 km dari Tanjung Pandan, memiliki daya tarik berupa pemandangan batu granit yang begitu menonjol dengan diselingi ombak yang tidak begitu tinggi.

      2. Pantai Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang terletak 27 km dari Tanjung Pandan dengan pasir putih yang menghampar dan laut yang tenang. Bagi para pengunjung yang ingin menggunakan speed boat untuk rekreasi dapat menyewa fasilitas tersebut.

        3. Pantai Punai

Pantai ini terletak di bagian utara Pulau Belitung dengan pemandangan yang indah dan fantastik dilatarbelakangi pohon kelapa. Airnya sangat jernih untuk berenang dan mamancing.

Walaupun provinnsi bangka belitung ini pariwisatanya lebih banyak di dominasi dengan pariwisata pantainya namun masih banyak pula objek wisata lainnya, antara lain:
  • Pesanggrahan Bung Karno Bukit Menumbing
  • Wisma Ranggam Mentok
  • Rumah Mayor Mentok
  • Masjid Jami' di Mentok
  • Tangga Seribu Mentok
  • Museum Timah Pangkalpinang
  • Masjid Jami' Pangkalpinang
  • Perkampungan Cina Tradisional Simpang Gedong
  • Taman Pha Kak Liang di Belinyu
  • Kolam Pemandian Air Panas di Pemali
  • Vihara Dewi Kuan Im di Sungailiat
  • Lokasi Film Laskar Pelangi di Gantung
  • Vihara Budhayana Dewi Kwam In Damar
  • Bendungan Pice Gantung
  • A1 Bukit Samak Manggar
  • Museum Buding
  • Situs Raja Balok
Hal menarik lainnya adalah cerita tentang latar belakang sejarah kemerdekaan. Para pendiri bangsa Indonesia dahulu ternyata sempat dibuang ke Bangka. Bung Karno, Bung Hatta dan kawan-kawan sempat menjalani hidup sebagai orang buangan di kota Muntok. Jejak perjuangan mereka masih terekam kuat di kalangan masyarakat dengan kehadiran dua bangunan bersejarah yaitu Wisma Ranggam dan Pesangrahan Menumbing. Di dua bangunan ini pengunjung dapat melihat peninggalan seperti kamar bekas Bung Karno serta mobil yang sering digunakannya ketika berada di Bangka.

Bangka Belitung memang merupakan daerah yang memiliki pesona keindahan  yang sangat menarik,dengan bentuk daerah yang merupakan kepulauan membuatnya dikelilingi pantai yang elok. Masyarakatnya pun tidak kalah menarik,perbedaan etnis tidak menjadikan mereka saling bermusuhan satu sama lain.Selain itu hal menarik lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang di tinjau cukup signifikan (meningkat) , banyak sumber daya alam yang dihasilkan,berbagai kerajinan juga merupakan faktor pemasukan bagi Bangka Belitung. 

Namun disamping berbagai keindahan pantai yang di tawarkannya masih belum menjadikan Bangka Belitung sebagai tujuan banyak wisatawan untuk berlibur,maka dari itu kita diwajibkan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mempromosikan berbagai budaya dan keelokan negri ini termasuk Bangka Belitung.



Rabu, 30 Maret 2011

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Indonesia di Masa Mendatang

Jika kita berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional. Selama tiga tahun,terhitung dari 2005, 2006, dan 2007 perekonomian Indonesia tumbuh cukup signifikan (rata-rata di atas 6%), menjadikan Indonesia saat ini secara ekonomi cukup dipertimbangkan oleh perekonomian dunia.

Namun seiring dengan adanya globalisasi, Indonesia dituntut untuk melakukan akselerasi dalam penangan berbagai masalah seperti, ketahanan pangan, penanganan bencana, pengangguran, pendidikan, penanganan transportasi, masalah kebijakan, ada juga masalah korupsi yang sudah tidak lagi asing di dengar, juga krisis kepemimpinan yang dinilai sebagai salah satu akar permasalahan ditambah bertambahnya terus penduduk yang menyebabkan Negara semakin sulit mengurus rakyatnya. Tetapi dari semua persoalan tersebut, tidak dapat dipungkiri persoalan terbesar adalah EKONOMI. Perekonomian bangsa Indonesia yang tidak terarah membuat kita menjadi bangsa yang seolah olah tertinggal.  Jelas sudah kita memerlukan koordinasi yang baik dalam menyelesaikan masalah dan mencari akar permasalahan yang ada.

pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia. Yaitu,

1.     Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.Kebijakan Fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. Banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

2.     Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. 

3.     Kebijakan Sektoral
Kebijakan ini menitik beratkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah. dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai

Serta dalam menjalankan kebijakan-kebijakan diatas dan mengurangi berbagai hambatan dalam pemajuan perekonomian,pemerintah merumuskan/menciptakan kembali kebijakan ekonomi yang dapat dikelompokkan ke  dalam 8 bidang untuk memajukan perekonomian indonesia di masa mendatang. Yaitu :

1)      Investasi
2)      ekonomi makro dan keuangan
3)      ketahanan energi
4)      sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
5)      pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
6)      pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN
7)      infrastruktur, dan
                  8)    ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

Berikut analisis singkat atas kondisi ke-delapan bidang yang menjadi paket kebijakan ekonomi tersebut:

1.     Iklim investasi.
      Realisasi investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMDN pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 159 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 34.878,7 miliar (34,88 triliun Rupiah). Sedangkan realisasi Investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMA (FDI) pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 983 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar US$. 10.349,6 juta (US$ 10,34 milyar).

2.     Kebijakan ekonomi makro dan keuangan
      Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan APBN yang cukup baik yaitu dengan sedikit ekspansif walau masih sangat berhati-hati. Hal ini terlihat dari defisit RAPBN tahun 2009 sebesar Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Kompas 15 Agustus 2008), walau defisit APBN masih dapat ditolerir sampai angka 3% (berdasarkan golden rule) .
Dari sisi moneter, Bank Indonesia dengan instrument BI-rate cukup berhasil untuk mengendalikan inflasi, khususnya core inflation sejak BI rate diterapkan pada tahun 2005. Namun inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga energi dan terganggunya masalah distribusi terutama akibat naiknya harga gas, premium, solar, dan makanan (volatile food) membuat tahun 2008 tingkat inflasi cukup tinggi yaitu untuk Januari-Agustus 2008 tercatat 9,4 persen, dan inflasi Agustus 2007-Agustus 2008 mencapai 11,85 persen.

3.     Ketahanan Energi.
      Sebagaimana kita ketahui bahwa harga energi dunia terus berfluktuasi dan sangat sulit untuk diprediksi. Pada tahun 2008 harga minyak dunia bahkan sudah mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu. Walau saat ini menurun pada kisaran US$ 106, bahkan hari ini tanggal 10 September 2008 harga minyak telah turun dibawah US$ 100 .Hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional karena kita tahu bahwa ,sebagai input, naiknya harga energi akan berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan harga jual.

4.     Kebijakan sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
      Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah baik bahan tambang, hutan, pertanian, hasil laut, dan cahaya matahari yang sepanjang tahun. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola dengan baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat (welfare). Sejauh ini Indonesia telah memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi seperti minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, timah dan lain sebagainya. Namun pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak negatif (negative externalities) terhadap lingkungan berupa penggundulan hutan penghancuran bukit-bukit yang tentunya berdampak sangat negatif terhadap kondisi lingkungan. Disisi pertanian, walau banyak kemajuan yang dicatat Indonesia masih mengimpor beras, dan produk pertanian lain seperti kedele, dan hasil perkebunan (gula).


5.      Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).                                 
      Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini merupakan sektor ekonomi yang cukup tangguh terutama pada saat krisis ekonomi 1998 dimana banyak pelaku ekonomi besar bertumbangan. Salah satu dari beberapa program yang akan diterapkan oleh pemerintah menyangkut pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah peningkatan akses UMKM pada sumber pembiayaan dengan Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan akses UMKM pada sumber pembiayaan.


6.      Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN.                                           
      Sebagai anggota penting ASEAN Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh organisasi yaitu pelaksanaan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community – AEC). Beberapa langkah ke depan adalah (i) Komitmen AEC untuk Arus Barang Secara Bebas (ii) Komitmen AEC untuk Arus Jasa Secara Bebas (iii) Komitmen AEC untuk Arus Penanaman modal Secara Bebas (iv) Komitmen AEC untuk Arus Modal Secara Bebas (v) Komitmen AEC untuk Arus Tenaga Kerja Terampil Secara Bebas (vi) Komitmen AEC untuk Perdagangan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (vii) Komitmen AEC untuk Menuju Kawasan Ekonomi Yang Kompetitif (viii) Sosialisasi Pelaksanaan Komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

7.      Infrastruktur.                                                                                                
      Sebagaimana disinggung di depan, kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia berada pada titik yang nadir. Kalau pada masa orde baru, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami titik puncak, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai. Belum lagi kondisi infrastruktur yang kualitasnya menurun seiring berjalannya waktu. Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak ini tidak terlepas dari masa-masa sulit APBN kita yang sampai tahun 2004 lebih dikonsentrasikan kepada pembayaran hutang dan belanja barang dan gaji pegawai, perlu ditingkatkannya belanja pemerintah untuk keperluan infrastruktur ini disamping menerapkan KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta) untuk membangun jalan, jembatan, pelabuhan, perlistrikan, telekomunikasi dan lain-lain.

8.     Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
      Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja atau berada pada kisaran 9 juta orang.. Di satu daerah program transmigrasi berjalan baik tapi di daerah lain mengalami kegagalan.Paska krisis, program transmigrasi kelihatannya mati suri atau sudah hampir tidak lagi terdengar gaungnya. Apalagi sejak berlakunya otonomi daerah dimana kewenangan mengatur daerah diserahkan kepada pemerintah daerah, termasuk mengatur datangnya penduduk dari luar daerah. Saat ini tentunya perlu ada koordinasi antara pusat dengan daerah menyangkut masalah transmigrasi ini.


NB :

Dalam masa yang akan datang ada empat paket srategi penting yang dikeluarkan Presiden,yaitu berupa kebijakan di bidang energi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan ekonomi bidang investasi.
          "Empat paket kebijakan itu terpadu saling terkait," kata Presiden menegaskan.
       

      SUMBER : http://adicelular.wordpress.com/2011/02/25/berbagai-kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/
                        http://groups.yahoo.com/group/nasional-list/message/19409



Senin, 28 Maret 2011

Pengangguran Bagi Perekonomian INDONESIA

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal.Pengangguran atau biasa disebut juga tuna karya (istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali) sudah menjadi masalah yang lazim di Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat,inilah yang membuat pengangguran menjadi masalah kronis yang harus segera diatasi.

          Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran   adalah sebagai berikut:

1.      Jumlah penduduk yang semakin meningkat
       Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen atau sebanyak 237,56 juta jiwa bahkan lebih dinilai sudah mengkhawatirkan,di samping menambah padatnya wilayah Indonesia juga mempersempit masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

2.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
       Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

3.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang

4.      Kurangnya keterampilan masyarakat
        Masyarakat yang terampil adalah masyarakat yang mampu menciptakan suatu hasil karya atau mengubah apapun menjadi sesuatu yang bernilai 
  
5.      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
        Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.

6.      Meningkatnya peranan dan aspirasi  Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia

7.      Lemahnya SDM (Sumber Daya Manusia)
       Teknologi yang semakin modern dengan berbagai tehnik ilmu yang semakin maju membutuhkan SDM yang tinggi dalam menjalankannya .Dengan masyarakat yang rata-rata mmemiliki sumber daya manusia yang minimum mebuat indonesia sulit untuk mengembangkan berbagai teknologi.hal ini mennimbulkan angka pengangguran yang cukup tinggi.


8.      Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
       Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.

           Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

                               I.      Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara

           Tujuan  akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1.Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya.
         Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

2.Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang.
         Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

3.Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
        Adanya pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

                             
                               II.      Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat

         Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

                            1.Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
                 2.Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
                 3.Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
                 4.Pengangguran dapat menimbulkan tingkat kriminalitas yang tinggi
                 5.Pengangguran dapat menjadikan kondisi psikologis yang rendah
                    pada si penganggur itu sendiri karena menjadi beban dalam keluarga dan  
                    masyarakat
 
                 Cara mengatasi pengangguran (me-meninimalkan)

1.      Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu
Pendidikan merupakan salah satu penyebab pengangguran,dengan sistem pendidikan gratis seluruh aspek masyarakat yang kurang mampu dapat mendapatkan pendidikan yang layak.

2.      Pemerintah sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak,terbuka,dan meluas, itu dapat memberi harapan-harapan baru bagi pencari kerja.

3.      Tak hanya pemerintah masyarakat pun dihimbau untuk membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru untuk orag lain.

4.      Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan
Misalnya kursus menjahit,pelatihan pembuat kerajinan tangan,BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah. Hal ini juga termasuk cara mengatasi pengangguran sehingga orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi pun bisa bekerja dengan moda keterampilan yang sudah mereka miliki.

5.      Pemerintah diharapkan mendirikan suatu lembaga bantuan kredit atau langsung bekerja sama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit kepada masyarakat yang kurang mampu. Kredit tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk mendirikan suatu usaha seperti UKM atau sejenisnya

6.      Sebagai antisipasi, pelajar perlu diberikan pelajaran non formal.
                           
Pendidikan non formal bisa berupa pelajaran keterampilankhusus, kemampuan berkomunikasi atau peningkatan EQ,serta diarahkan untuk menjadi lulusan sekolah
yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Bukan semata-mata menjadi lulusan yang hanya bisa melamar pekerjaan.


Secara umum dapat kita simpulkan bahwa masalah pengangguran dapat berdampak sangat kronis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,jumlah masyarakat yang semakin tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada,serta kemampuan SDM masyarakat yang rendah menjadi contoh faktor dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran. Suatu negara (Indonesia) akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang semakin menurun dengan banyaknya jumlah pengangguran yang akhirnya menimbulkan masalah lain seperti kemiskinan,kerusuhan,kelaparan, kriminalitas,serta kekacauan politik. Sehingga sulit bagi indonesia untuk menjadi negara maju,apabila pemerintah tidak mampu mengatasi segala permasalahaan yang terjadi termasuk pengangguran

Rabu, 16 Maret 2011

LEMAHNYA SUMBER DAYA MANUSIA DI INDONESIA

Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk social yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta mengembangkan seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

Di atas adalah definisi dari Sumber Daya Manusia,lalu bagaimana dengan Sumber Daya Manusia di INDONESIA ?

Telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang kaya akan hasil alamnya bahkan Indonesia dijuluki “zamrud khatulistiwa”. Potensi –Potensi yang terkandung di dalamnya seperti , kekayaan hutan, perkebunan, kelautan, BBM, emas dan barang-barang tambang lainnya. Sangat memungkinkan untuk menjadikan Indonesia menjadi Negara maju dan makmur. Namun apabila kita hanya mengandalkan kekayaan alam yang ada tanpa disertai kualitas SDM yang memadai nampaknya sia-sia. Karna kekayaan alam tersebut akan terbuang percuma tanpa pengolahan yang baik dari Negara itu sendiri. Akibatnya rakyat Indonesia jauh lebih miskin dibandingkan negara-negara lain yang tergabung dalam ASEAN.

Ada contoh kasus seperti Proyek Exxon di Aceh dan Freeport di Papua, yang menjadi contoh betapa rakyat sekitarnya masih berada dalam kemiskinan. Padahal kekayaan tambangnya terus dikuras habis-habisan. Namun rakyat lebih banyak diam, karena bingung tak tahu harus berbuat apa.. Mereka lebih banyak bersabar dan sering menyaksikan kemewahan hidup orang asing yang mengambil minyak dan kekayaan di wilayahnya. Mereka hanya lebih banyak bersikap sabar. Namun, jika kesabaran mulai habis, maka yang muncul adalah kejengkelan yang hal ini mudah menyulut gejolak sosial. Hal seperti inilah yang menunjukan bahwa LEMAHNYA SDM di INDONESIA yang membuat RAKYAT MENJADI MISKIN di NEGARANYA SENDIRI, padahal mereka tahu betapa kayanya alam sekitar mereka.

Di bidang akademik, Indonesia yang dihuni sekitar 250 juta jiwa hanya memiliki prestasi gelar PhD sekitar 7.000 orang. Bila dibandingkan dengan Filipina yang jumlah populasi penduduknya sekitar 18 juta jiwa. Indonesia tertinggal jauh. Dunia pendidikan sangat menunjang kualitas SDM, dengan mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya masyarakat Indonesia mempunyai peluang lebih untuk memperbaiki Sumber Daya Manusianya. Tetapi sepertinya langkah untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan berkualitas dapat terhenti, sekolah dan belajar bukan lagi menjadi kegiatan anak-anak Indonesia saat ini . waktu mereka telah habis untuk mencari uang demi membiayai kehidupan mereka yang “seharusnya” menjadi tanggung jawab dari para orang tua. Mahalnya biaya sekolah dan ketidakmampuan para orang tua untuk membiayai anaknya bersekolah adalah 1 dari kesekian factor yang mempengaruhi anak-anak putus sekolah.

Itulah yang menjadi perbincangan saat ini, bagaimana kita dapat meningkatkan SDM kita apabila untuk ber-SEKOLAH saja susah,apa yang sebenarnya dilihat oleh para pejabat pemerintah kita,bukankah hal-hal seperti diatas hanya dapat menambah jumlah “warga miskin” dengan Lemah SDM yang membuat Negara kaya dapat menjadi Negara miskin di Dunia.,lemahnya SDM yang mengakibatkan INDONESIA dikuasai oleh pihak asing. Sebaiknya kualitas SDA yang baik dapat di ikuti dengan SDM yang baik pula. Kita harus merubah kenyataan ini, jadikan SDM sebagai konsesus bersama untuk prioritas pembangunan. Sehingga INDONESIA tidak lagi menjadi “NEGARA KAYA DENGAN RAKYAT MISKIN”